Pengumuman:

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan (2/08/2022) selenggarakan webinar bersama FMIPA, FIK, dan FE UNIMED. Kegiatan dilaksanakan secara daring untuk dapat diikuti seluruh dosen setiap fakultas. Webinar mengusung tema ” Implementasi Case Method dan Team based Project Learning dalam Penyususnan RPS” dengan menghadirkan narasumber Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. (Senat UNIMED), dan Dr.Rudi Susilana, M.Pd. (Dekan FIP UPI Bandung).

Kegiatan dipandu oleh Shofia Mawaddah, S.Psi., M.Sc. dan dipandu Dr. Hariadi, M.Kes. selaku Moderator. Kegiatan diawali dengan laporan perwakilan pelaksana kegiatan Bapak Dr.Jamalum Purba, M.Si. Dalam Laporannya menyampaikan bahwa kegiatan webinar ini diharapkan dapat memasilitasi seluruh dosen dalam penyusunan perangkat di masing-masing fakultas. Webinar diikuti oleh seluruh dosen Fakultas Ilmu Pendidikan, FIK, FMIPA dan FE UNIMED.

Webinar dibuka secara langsung oleh Rektor UNIMED Bapak Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes. dalam sambutannya Rektor menyampaikan komitmen dan penyamaan persepsi dalam implementasi case method dan team based project perlu dilakukan, sehingga perkuliahan semester ganjil dapat dilaksanakan sesuai dengan filosofi. laporan dari LPPMP menyebutkan bahwa hasil evaluasi hampir semua dosen menerapkan Case method dan Team based project. Namun masih 50% dosen yang menggunakan bobot menggunakan Case Method dan Team Based Projet. Rektor berharap dengan adanya kegiatan ini, seluruh dosen dapat merancang perkuliahan untuk mempersiapkan mahasiswa di dunia kerja dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Materi pertama diasampaikan oleh Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd.. Dalam paparannya narasumber menyampaikan bahwa selaku Senat Universitas beliau melihat dari sisi fungsinya melakukan pengawasan implementasi. Sudah lama dosen UNIMED yang menggunakan Case Method dan Team Based Project. Selama ini RPS dianggap sebagai tantangan utama. Namun, sebenarnya yang menjadi tantangan terbesar adalah kesungguhan dari dosen untuk dapat mengimplmenentasikannya. Dosen harus berbicara terkait menciptakan masa depan mahasiswa. Perlu adanya keterlibatan praktisi dalam perguruan tinggi.

Narasumber Kedua Bapak Dr.Rudi Susilana, M.Pd. menyampaikan Program studi harus menetapkan Pemetaan CPL ke Mata kUliah, sehingga dosen tidak merasa kebingungan untuk menentapkan capaian dalam perkuliahan. Jangan sampai ada . Saya setuju dengan prof syawal, kita tidak hanya berbisaca terkait konsep/teori saja yang sebenarnya mereka bisa mempelajari sendiri secara asinkronus. Kita harus bisa membuat 4 ruang belajar. yang pertama adalah tatap muka, tatap maya, mandiri, dan kolaboratif. Sehingga tidak bijaksana jika tatap maya di samakan dengan tatap muka.

Author

Write A Comment